Sef

Setelah 1 bulan penuh kita menunaikan ibadah puasa, walaupun secara tugas tidak ada istilah halal bi halal dalam bahasa arab, namun dalam Al-Qur’an ada pijakan yang bias digunakan yakni Surat Ali Imron ayat : 112, 133, 134 yang artinya jika orang ingin dihormati dan tidak dihina, maka ada 4 hal yang perlu diperhatikan diantaranya bias menjaga hubungan baik antara manusia dengan Tuhan, menjaga hubungan baik dengan sesame, meminta maaf atas segala kesalahan dan suka memberikan sedekah kepada orang lain.

Ruby Hartoyo, S.Sos, MM Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Mojokerto dalam sambutan pengarahannya pada acara Halal Bi Halal di Halaman Diskoperindag 19/7/2016 yang dihadiri Kepala Dinas, Kabid, Sekretaris, Karyawan/wati, para Purna Tugas Diskoperindag dan Dharma Wanita menjelaskan bahwa sebagai umat islam sudah selayaknya kita berlapang dada khususnya terhadap sesama muslim dan muslimah, yang sudah barang tentu dalam kehidupan sehari-hari memiliki rasa khilaf, rasa salah dan rasa dosa. Rosullullah memberikan contoh, kita harus senang dan bergembira dalam Idul Fitri, kita harus bertobat akan segala kesalahan yang telah kita perbuat, dengan mengeluarkan zakat kepada orang yang teraniaya, silaturahmi kepada sesame kekeluarga, baru ketetangga samping kanan, samping kiri, belakang dan depan dengan radius 40 rumah, dan setelah itu baru kita melaksanakan halal bi halal, agar semua dosa-dosa kita diampuni, jika diantara kita sudah saling memaafkan.

Disamping pengarahan dan sambutan dari Kepala Dinas Halal Bi Halal di isi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Drs. Musta’in Rozak, dalam ceramahnya/Tauziahnya menyampaikan 2 hal substansi puasa, diantaranya yang pertama Imsak, yang artinya menahan diri/berhenti dari segala sesuatu yang melanggar aturan/keburukan (menahan amarah), banyak orang yang tidak mampu menahan imsak, maka banyak orang yang berhubungan dengan hokum, yang kedua memperbanyak ibadah, agar hati kita luas, seluas samudra. Dengan banyak sedekah maka kita akan lebih layak, matematika Allah sangat berbeda dengan matematikanya manusia, dalam matematikanya manusia jika 10 - 2 = 8, tapi lain halnya dengan matematikanya Allah 10 – 2 bukan menjadi 8 tapi akan berlipat ganda. Disamping Tauziah, hadirin disuguhkan musik Relegi dan juga elektun. (Sef).