“ (Orz).

AYO KITA HIDUPKAN KLINIK SANITASI

Klinik Sanitasi (Kliksan) sebagai salah satu pelayanan puskesmas yang mengintegrasikan antara upaya promotif, preventif kuratif dan rehabilitatif yang mempunyai peran antara lain sebagai pusat informasi, pusat rujukan, fasilitator bidang kesehatan lingkungan dan penyakit berbasisis lingkungan dan masalah kesehatan lingkungan permukiman yang difokuskan pada penduduk beresiko tinggi di wilayah kerja puskesmas. Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang terpadu Dinas Kesehatan Kota Mojokerto menggelar Sosialisasi Klinik Sanitasi kepada Masyarakat, Rabu (9/11/2011) bertempat di Gedung Pertemuan Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto, Jalan Hayam Wuruk.

Secara resmi acara dibuka oleh drg. Abdul Choliq Kepala Bidang P2PL mewakili Dra, Cristiana Indah Wahyu, Apt, Msi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto. Dalam sambutannya mengatakan bahwa penyakit diare, ISPA, TB Paru, malaria dan lain-lain merupakan sepuluh besar penyakit di Puskesmas dan merupakan pola penyakit utama di Indonesia. Di Kota Mojokerto  sendiri tahun 2011 sd, tahun 2015 penyakit ISPA dan diare masuk sepuluh besar penyakit yang berbasis lingkungan . Hal tersebut disebabkan lingkungan di Kota Mojokerto belum baik contohnya sumber air masih banyak mengandung encolin,  zat besi, depot air minum 50 % tidak memenuhi syarat , masih ada masyarakat yang belum menggunakan jamban dan perilaku masyarakat yang belum berpola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Oleh karenanya pada kegiatan ini dihadirkan dari Tim Penggerak PKK Kota, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, Sanitarian  Puskesmas, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kesra Kecamatan, Kesra Kelurahan, Forum Kota sehat dan kader motivator kesehatan adalah dalam rangka untuk memberi dukungan dan menjadi bagian dari permasalahan karena merekalah yang menguasai sumber potensi di Wilayah kelurahan tersebut untuk menyelesaikan masalah kesehatan dan mengatasi masalah penyakit-penyakit yang berbasis lingkungan. Karena tidak semua masalah lingkungan ada di kesehatan. Karena itu Choliq berharap dengan adanya Sosialisasi Klinik Sanitasi kepada masyarakat ini, masyarakat dapat mengetahui keberadaan klinik sanitasi di Puskesmas Mojokerto, penderita penyakit berbasis lingkungan datang ke Puskesmas untuk berkonsultasi tentang masalah yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan sehingga dapat menurunkan angka penyakit yang berbasis lingkungan dan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat.

Tujuan digelarnya sosialisasi Klinik Sanitasi kepada masyarakat tahun 2016 yang diikuti oleh 62 (Enam puluh dua) peserta adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya preventif, kuratif dan promotif yang dilakukan secara terpadu, terarah dan terus menerus. Terciptanya keterpaduan kegiatan lintas program dan lintas sektor dalam program pemberantasan oenyakit menular dan penyehatan lingkungan dengan memberdayakan masyarakat. Meningkatnya pengetahuan, kesadaran, kemampuan dan perilaku masyarakat (pasien, klien dan masyarakat) untuk mewujudkan lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat. Sosialisasi yang berlangsung sehari tersebut Dinas Kesehatan menghadirkan nara sumber Akhmad dari Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur menyampaikan materi Klinik Sanitasi Pelayanan Kesling di Puskesmas. Ahmad mengatakan apabila klinik sanitasi berjalan baik diharapkan penyakit berbasis lingkungan dapat berkurang. Oleh karenanya “ Ayo kita hidupkan klinik sanitasi “ (Orz).