Orz).

PENGUKUHAN DAN APEL BERSAMA MOTIVATOR ANTI NARKOBA DI LINGKUNGAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN

Agar Generasi Muda dan Warga Kota Mojokerto aman dari pengguna, pengedar dan  penyalahgunaan Narkoba,  Walikota Mojokerto Drs. H. Mas’ud Yunus  Mengukuhkan dan Apel Bersama Motivator Anti Narkoba di Lingkungan Masyarakat dan di lingkungan Pendidikan  Kota Mojokerto,  Selasa (8/11/2016) bertempat di Gedung Graha Praja Wijaya, Jalan Gajah Mada Kota Mojokerto,  dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Mojokerto, Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Mojokerto, Kepala SKPD terkait, dan Camat se Kota Mojokerto.

 

Walikota Mojokerto  setelah mengukuhkan sebanyak 270 (dua ratus tujuh puluh) motivator anti narkoba di lingkungan masyarakat dan lingkungan pendidikan  serta  memimpin apel  dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini bangsa Indonesia dihadapkan pada permasalahan yang besar yaitu peredaran gelap narkoba. Di Indonesia DKI merupakan peringkat I tingkat peredaran narkoba, Propinsi Jawa Timur peringkat II dan Kota Mojokerto peringkat 15 di Jawa Timur artinya ini sudah cukup tinggi  maka ini tugas kita semua untuk melakukan upaya di tahun 2019 Kota Mojokerto harus bersih dari peredaran narkoba. Hal tersebut harus terus menerus dilakukan untuk terwujudnya Mojokerto servicy city yang cerdas dan moral, anak-anak dan masyarakat harus diselamatkan dari bahaya narkoba. Maka seluruh Satgas narkoba  baik di lingkungan masyarakat maupun dilingkungan pendidikan harus tanggap apabila dilingkungannya  ada hal-hal yang mencurigakan atau bila menemukan sesuatu segera koordinas dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto.

 

Lebih lanjut dikatakan Walikota, dengan dibentuknya Motivator anti narkoba baik dilingkungan Pendidikan maupun di lingkungan masyarakat yang baru saja dikukuhkan ditingkatkan kinerjanya dalam menangani peredaran narkoba yang sudah cukup membahayakan bagi generasi muda sebagai generasi penerus kita. Diingatkan oleh Walikota bahwa pintu masuknya narkoba adalah adanya gaya hidup yang tidak sesuai dengan norma-norma kesehatan. Hasil dari pada sebuah penelitian yang menyebutkan setiap 40 anak usia 10 tahun sampai dengan 18 tahun yang merokok ada 11 anak dan setiap 11 anak adalah pengguna narkoba. Karena itu tugas motivator anti narkoba mengawasi anak-anak usia 10 tahun sd. 18 tahun yang sudah merokok sebab itu adalah pintu masuknya narkoba. Kalau tahun 2016 Kota Mojokerto  mencatat sejarah besar   Deklarasi Kota Mojokerto dan Propinsi Jawa Timur Bersih Prostitusi maka tahun 2019 nanti Kota  Mojokerto akan kembali mencanangkan bersih dari narkotika. Selamat bertugas motivator anti narkoba dan selamat berjuang semoga Allah memberi bimbingan. Aamin.(Orz).